Sebagian tanaman rempah sudah dibudidayakan, sebagian lagi masih tumbuh liar. Beberapa jenis komoditas rempah masih diimpor, seperti bawang putih, bawang merah, cengkeh, kina, pegagan. Berbagai jenis komoditas rempah sangat sesuai dikembangkan di Bumi Indonesia, baik dilihat dari kesesuaian lahan, agro klimat, letak geografis Indonesia maupun peluang pasar, sehingga komoditas rempah termasuk komodistas strategis.
Tanaman Rempah antara lain : Cengkeh, Lada, Pala, Kayu Manis, Panili, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabe Rawit, Cabe Jamu, Jahe, Kapulaga, Lengkuas, Kunyit, Temu Lawak, Temu Giring, Temu Mangga, Temu Item, Temu Kunci, Kencur, Kemiri, Asam Jawa, Asam Kandis, Asam Gelugur, Kumis Kucing, Pegagan, Kluwek, Gambir, Salam, Sidogori, Kemangi, Pasak Bumi, Obat Barito, Purwoceng, Jeruk Nipis, Jeruk Purut, Sirih , Sirih Merah dan Tanaman Herbal lain.
Sedangkan Produk hasil olahan, seperti : makanan, minuman, kosmetika, jamu dan rokok.
Dewan Rempah Indonesia dideklarasi pada tanggal 21 Juni 2007. Di Provinsi lain telah terbentuk Dewan Rempah Indonesia Wilayah. Diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama akan terbentuk Dewan Rempah Indonesia TK. I Sumatera Selatan yang akan mensinergikan kepentingan pemangku agribisnis rempah dalam Wilayah Provinsi Sumatera Selatan untuk :
- memecahkan permasalahan dalam pembangunan rempah.
- memberi saran kepada pemerintah provinsi dalam pengembangan rempah.
- menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan rempah.
No comments:
Post a Comment